Keyakinan Sekte Alawi Suriah Dan Libanon [Sekte Syiah Paling Kafir]

Ada dua kelompok Alawi:
  • (A) Alawi Arab Suriah, Lebanon, dan di wilayah Al-Iskandari Turki yang menjadi bagian dari Suriah.
  • (B) Alawi Turki (Alewis atau Alevi) menetap di Turki.

Mereka adalah dua kelompok yang terpisah, dengan keyakinan yang  berbeda. Pembahasan tema berikuti ini adalah tentang keyakinan Sekte Alawi Arab. Alawi Arab dinisbatkan pada Ibn Nusair, dan itulah sebabnya sekte mereka disebut Syiah Nusairia. Umumnya  keyakinan mereka terarah menghujat  Islam. keyakinan mereka adalah keyakinan yang  paling jauh dari Islam, dibandingkan dengan kelompok Syiah lainnya.

Berikut ini adalah  keyakinan utama mereka dari Alawi Arab:

  1. - Mereka percaya pada re-inkarnasi: bahwa orang orang kafir (Muslim, Kristen, Yahudi) kembali menjadi  binatang, sedangkan 'Alawi akan menjelma kembali  menjadi  Alawi lain dan akhirnya mereka dapat mencapai bintang bercahaya di langit . Setiap Alawi percaya bahwa mereka harus berubah atau kembali lahir tujuh kali sebelum kembali  menuju tempatnya  di antara bintang-bintang, dan  Ali sendiri dimata mereka adalah Putra Mahkota Tuhan. Jika ada Alawi yang tercela, terkadangan mereka  terlahir sebagai orang Kristen atau Yahudi, di antara mereka juga ada yang tidak berubah, sampai masa penebusan mereka tunai .
  2. - Keyakinan Alawi :Keberadaan Alam Semesta adalah kekal abadi :Mereka menyangkal hari Kebangkitan, neraka, dan surga setelah usai kematian, namun anggapan  mereka adalah:  orang mengalami neraka atau surga hanya didunia saja.
  3. - Lima tempat untuk berdoa adalah: Ali, Fathimah, Hasan, Husain dan Muhsin. Bila menyebutkan nama-nama ini akan mampu memberi ampunan  , juga bisa membersihkan dan mensucikan Janaba [junub]  dan juga merupakan perintah-perintah doa yang harus di baca.
  4. - Puasa adalah dimana mereka sama dengan pelafalan  nama-nama tiga puluh orang laki , dan tiga puluh wanita sebagaimana yang disebutkan dalam buku-buku mereka.
  5. - Kitab Suci Utama kaum Alawi adalah "Kitab Al-Majmu" yang disusun oleh Al-Khasibi, terdiri dari  16 Surat. Kitab suci lainnya adalah: Kitab Al-Mashaykha (Kitab khusus mereka), Kitab Majmu Al-Ayad (Kitab Perayaan hari hari besaar ), dan Kitab Taalim Al-Diyana Al-Nusayria.
  6. Alawi beranggapan bahwa  Ali Ibn Abi Thalib sebagai bentuk perwujudan Allah (Tuhan). Dalam pengakuan iman Alawi dikatakan : "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang harus disembah kecuali Ali bin Thalib, tidak ada Nabi, kecuali Muhammad, yang layak mendapat pujian, dan tidak ada jalan lurus menuju cinta, kecuali Salman Al- Farisi ". hal ini diringkas dalam puisi berbahasa Arab:

 أشهد أن لا إله إلا == حيدرة الأنزع البطين
و لا حجاب عليه إلا == محمد الصادق الأمين
و لا طريق إليه إلا == سلمان ذو القوة المتين
 - Seorang Alawi tidak dianggap sebagai Alawi kecuali bersedia bersumpah untuk tidak mengungkapkan prinsip-prinsip agamanya,  dan belajar apa arti dari nama dan angka prinsip utama agamanya seperti: mengapa dinamakan Adam dan apa makna yang Sebit,  mengapa harus bernama Ja’qub dan mengapa harus bernama Yusuf dan atau mencoba menyimpulkan berdasarkan Quran. Ya’qub hanyalah sebuah nama yang tidak bisa melampaui keududukannya karena ia berkata: "Saya akan meminta pengampunan buatmu dari Tuhanku ", sementara Yusuf mengatakan: "hari ini tidak boleh lagi ada yang mencela dirimu [sebagaimana yang kisah Yusuf dengan 11 saudara]" dan Yusuf tidak bergantung pada yang  lain dalam hal ini karena Yusuf tahu bahwa dirinya adalah dewa yang dapat melakukan apa yang dia inginkan. Pada Nama Musa dan nama Isa artinya adalah   karena keduanya berhasil menyebabkan matahari  kembali kepadanya dan matahari hanya akan melakukannya oleh sebab Tuhannya. Demikian pula, Ali bermakna Nabi. Muhammad (saw) adalah nama yang diciptakan dari cahaya sendiri [Ali].

- Mereka melatih diri bertaqiyah dengan cara berpura-pura mengaku Muslim secara lahiriah dengan tujuan menipu umat Islam, tetapi menjaga keyakinan mereka,  itu pribadi sebenarnya ajaran mereka . praktek  Taqiyah mereka dijelaskan dalam pernyataan berikut oleh seorang Alawi:
"Kami diterima umat Islam sebagai Muslim karena kami telah bekerja keras agar bisa diterima mereka. Kami telah berpura pura jadi Sunni. Beberapa kaum Alawi menutupi rambut mereka dan mengenakan jilbab, baik karena alasan pribadi atau sebagai cara  mereka menikah Sunni. Kami tidak makan daging babi,  . kita tidak makan di depan orang  karena berpura-pura berpuasa; berpura pura menghormati orang lain, kami tidak makan di depan mereka selama Ramadan.  Kami juga telah mendirikan masjid di kota-kota besar dinegara kami.. bahkan beberapa Alawi pergi ke shalat Jumat dan haji. Kaakek saya adalah seorang syekh modern yang mendorong semua orang untuk berdoa di masjid di Jable. yayasan amal yang didirikan dan dijalankan oleh Jamil Al-Asad (adik mantan Presiden Hafiz Al-Assad) merupakan kantong keuangan ratusan Alawi untuk pergi haji, dan wanita yang bekerja dalam yayasan tersebut harus memakai jilbab. Mendiang Hafiz Al-Asad berdoa di Masjid dan berpuasa. Ketika ibu dan anaknya meninggal, dia berdoa bagi mereka di Masjid.  Dia juga mendirikan `masjid Isa di Qardaha, kota asalnya, dengan menggunakan nama ibunya. Semua hal ini adalah bukti kepada kaum Sunni bahwa kita berusaha keras untuk menjadi bagian dari Islam  seperti Sunni. Mereka  sunni percaya dan menerimanya. Kami telah berhasil. "


-Kaum  Alawi menganggap Minuman anggur adalah Halal yang  dikonsumsi oleh umat mereka,  di mana anggur dan roti disucikan . Dan anggur itu dianggap sebagai hakikat dari Allah (Ali), yang dibuktikan kebenarannya  oleh umatnya sebagai tawaran agar sunni  percaya. Hal ini disebut "The Servant Of Light" ( 'Abd al-Nur =Ali ). Suatu budaya yang sangat dihormati dalam Budaya Alawi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tontonlah Bagaimana Khomaini Memperkosa Wanita Usia 4 tahun

Aqidah Muhammadiyah Allah Bersemayam Di Atas Arasy

Kufur Merusak Tauhid